POV Annisa “Ayah ... Bunda ....” Amanda begitu bahagia melihat kami berdua sudah menunggu di depan gerbang sekolahnya. Gadis itu segera berlari ke arah kami dan langsung masuk ke dalam gendongan ayahnya. “Ayo kita berangkat sekarang, tuan putri.” Rafa mencubit-cubit lembut hidung mungil Amanda. “Hahaha .... “ Amanda tertawa terbahak-bahak diperlakukan seperti itu. Satu tangan Rafa menggendong Amanda menuju mobil, dan tangan lain menggenggam jemariku. “Sayang, aku mau mampir ke kantor sebentar ya. Karena seminggu kedepan aku tidak akan dikantor, jadi ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan pada Hendra dan Jessi, sekretarisku.” Rafa mengajakku mampir ke kantornya sejenak. “Ya, silahkan.” Mobil Rafa melambat di depan area sebuah pabrik. “PT. Johan Konstruksi Group” nama itu terpamp

