Pagi ini aku terbangun dengan rasa mual yang luar biasa. Aku berlari ke wastafel kamar mandi lalu menumpahkan isi perutku sampai benar-benar kosong. Aku ingat-ingat, semalam aku tidak makan yang aneh-aneh, tetapi kenapa pagi ini aku merasa tubuhku mendadak tidak enak.
Apa mungkin karena aku habis pingsan?
"Kenapa?" tanya Mas Aarav yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi.
Belum sempat aku menjawab, rasa mualku kembali lagi. Aku memuntahkan isi perutku, padahal sebenarnya sudah tidak ada lagi yang tersisa. "Apa karna kemarin aku pingsan ya? Jadi mual begini," ucapku dengan napas yang terengah-engah.
Mas Aarav berdiri di belakangku sambil memijat tengkukku dengan lembut. "Masih mual?" aku menggeleng lantas dia membawa tubuhku untuk kembali berbaring. Dia keluar sebentar lalu kembali dengan semangkuk bubur dan air hangat.
"Mungkin perut kamu kosong," dia memberikan mangkuk itu kepadaku, "makan dulu."
Aku menggeleng sambil memjatuhkan kembali kepalaku di atas bantal. "Saya suapi?" Belum sempat aku menjawab, pria itu sudsh menyendokkan bubur lalu mengarahkannya ke arahku, "sedikit doang ya."
Aku menegakan kepalaku lantas menerima suapannya. "Mas, aku udah dimaafin belum?" tanyaku sambil menatapnya dengan sayu, "aku masih kepikiran. Aku sampai ke bawa mimpi semalam, meskipun kita udah tidur seranjang, aku masih takut Mas Aarav pergi lagi."
Pria itu hanya diam sambil terus menyuapkan bubur ke mulutku. "Mas, jawab."
Netranya menatapku datar lalu tangannya bergerak mengelus pipiku. "Makan dulu." Aku hanya terdiam mengikuti perintahnya dan beberapa saat kemudian, semangkuk bubur sudah ludes tanpa sisa. Mas Aarav yang menghabiskan setengahnya.
Dia memberikanku minum setelah itu dia juga meminum air dari gelas yang sama. "Seminggu kita perang dingin. Rasanya enggak enak ya." Aku menjatuhkan kepalaku di bahunya.
"Aku jadi mikir kalau Mas Aarav mau meninggalkan aku untuk selamanya."
"Enggak. Saya enggak mungkin melakukan itu. Saya hanya butuh waktu, Dhara. Untuk menerima masa lalu kamu dan memaafkan diri saya sendiri."
Dia menarikku lalu kami saling berpelukan. "Berarti selama tujuh tahun ini, saya gagal memata-mataimu. Saya gagal menjagamu dari kejauhan," tangannya bergerak mengusap-usap punggungku, "seharusnya saya bisa menemuimu lebih awal. Seharusnya saya lebih berani dan lebih cepat untuk mendatangimu, sebelum kejadian itu terjadi."
Aku melepaskan pelukanku lalu menatapnya. Mata yang bisanya menatapku dengan sorot tajam, kini menatapku sendu. Mata itu semakin lama terlihat semakin berkaca-kaca.
"Kamu enggak sepenuhnya salah. Saya juga salah, Dhara. Makanya saya butuh waktu lebih lama untuk memaafkan kesalahan saya."
Aku tersenyum miris lalu kembali mendekapnya erat. "Mas, jangan tinggalkan aku lagi." Dia mengangguk lalu menit-menit selanjutnya kami habisnya dengan saling melepas rindu.
"Mau ke mana?" tanyaku saat melihat Mas Aarav turun dari ranjang.
Dia menoleh ke arahku. "Saya mau ke kampus."
"Aku hari ini enggak ke perkebunan. Aku masih mau berduaan sama Mas Aarav. Aku mau ikut, boleh?" tanyaku sambil menatapnya penuh harap.
Pria itu terdiam beberapa saat sepertinya dia sedang berpikir keras. "Kamu istirahat aja."
Aku menggeleng cepat. "Aku mau ikut."
Dia menarik napasnya lalu mengangguk kecil. "Siap-siap. Pakai jaket yang tebal, udara di luar dingin."
Padahal kami pakai mobil, tetapi dia masih menyuruhku memakai jaket tebal.
Suamiku memang protektif sekali.
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Ebook Lengkap (59 part)
2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa
Sudut Pandang Aarav (10 part)
Sudut Pandang Dhara (3 part)
Sudut Pandang Fajar (1 Part)
Sudut Pandang Penulis (3 Part)
Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".