Setan Kiriman

1192 Kata

Maria histeris. Apalagi saat lampu kamar tiba-tiba mati. Ia mendapati penampakan ayahnya yang di ambang pintu sudah sirna. Hanya ada dirinya di dalam kamar itu bersama hantu yang wajahnya menyala-nyala. Menyadari hantu itu merangkak ke arahnya, ia cepat-cepat lari menuju pintu. Namun, sebelum ia berhasil keluar, daun pintu itu tiba-tiba tertutup keras dengan sendirinya. Maria menggedor-gedor, namun nihil untuk terbuka. "Umi! Kareem! Paman Ibrahim! Tolong Maria!" Maria berteriak, sembari menggedor pintu namun tak ada yang merespon. Hanya hantu di belakangnya yang semakin mendekat. "Tolong! Tolong!" Tubuh gadis itu kini bersimbah keringat. Jantungnya terpompa begitu kencang, serta adrenalinnya mendesir, mengalir deras dari pembuluh darah. Sejenak maniknya menoleh ke belakang. Dilihatnya h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN