PROLOG|| Oh s**t!!

945 Kata
PERINGATAN : DILARANG KERAS UNTUK MEMBAGIKAN ISI CERITA WALAU HANYA 1 EPISODE ATAU BAHKAN DUA PARAGRAF!! MEMBAGIKAN ISI CERITA KE TEMAN, SOSIAL MEDIA, KELUARGA ATAU KE SIAPAPUN SAMA SAJA MEMBAJAK CERITA INI YANG MANA AKAN DIKENAKAN PASAL PEMBAJAKAN! LEBIH BAIK, AJAK TEMAN, SAUDARA, KELUARGA ATAU YANG LAINNYA MEMBACA CERITA INI DI APLIKASI INI. Yang diperbolehkan adalah membagikan judul atau link cerita ini. Selain itu, sangat dilarang keras!! SEKALI LAGI, PEMBAJAKAN ADALAH PELANGGARAN HUKUM YANG AKAN DIKENAKAN SANGSI APABILA DILANGGAR. Hai, sekadar menyapa! Ini cerita saya yang kedua kalinya, versi Romance, huhuhu :v Semoga kalian suka, dan selalu pantengin, ngikutin, dan selalu nungguin update-an cerita ini pokoknya. Jadi pasukannya Boss yaa! Syarat membaca cerita ini : Jangan jadi silent readers:* ........ Sebagai seorang Pria, Pak Abrisam Kin Dhananjaya sangatlah sempurna. Dalam hal fisik maupun finansial. Behh! Pokoknya, enggak usah diraguin lagi. Tapi, sebagai seorang Bos, Pak Abrisam-panggilannya- sangat tidak menjiwai sosok seorang pemilik perusahaan. Bagaimana enggak? Pak Abrisam ini suka banget marah, suka nyuruh, suka ngelihatin karyawannya dan suka sekali sama hal aneh-aneh. Dan karena hal itu, aku sebagai sekertaris selalu terkena sialnya. Selalu disuruh ini, itu dan bodohnya aku nurut-nurut aja. Bagaimana enggak nurut, aku nggak mau, gaji bulananku dipotong. Aku, Davina Liandra, sudah empat tahun bekerja menjadi sekertaris Pak Abrisam. Segala hal tentang Bosku itu, aku tahu. Sebenarnya enggak semuanya, juga sih. Perlu kalian tahu, Bosku itu duda. Umurnya baru 37 tahun. Beda 10 tahun, lah sama aku. Pak Abrisam, orangnya ini jahil, nyebelin dan banyak mau. Satu lagi, orangnya juga 'gaje'. Pokoknya 'gajeee' banget!! Pasti kalian bertanya-tanya, kok bisa bekerja sama Bos macem Pak Abrisam ini? Ya, mau bagaimana, dulu, awal-awal aku lulus kuliah. Lagi seneng-senengnya, tuh cari pekerjaan. Semangat 45-lah pokoknya. Dan, saat itu perusahan periklanan, milik Pak Abrisam sedang mencari karyawan, khususnya sekertaris. Aku yang saat itu butuh banget kerjaan, langsung daftar. Beruntungnya, aku langsung diterima. Senengnya bukan main waktu itu. Eh, tapi setelah bekerja beberapa minggu sampai sekarang. Rasanya nyesel, coba aja kalau enggak dikontrak, aku udah mengundurkan diri. Andai, aku juga orang kaya. Denda penalti karena melanggar surat kontrak, bisa aku bayar. Sayangnya, uangku cuma cukup buat bayar sewa apartemen, biaya hidup dan transfer keluarga di kampung. Hari ini, seperti hari-hari biasa. Aku bangun pagi banget. Bayangin aja, sebelum jam kantor aku harus udah di rumah Pak Abrisam buat ngurusin kepentingannya di rumah. Seperti, menyiapkan makanan, baju. Gitu terus dari awal kerja sampai sekarang. Sebenarnya enggak awal banget. Karena dulu, masih ada istrinya sebelum mereka cerai. Pak Abrisam ini cerai waktu pernikahan mereka baru 7 bulan. Waktu itu, aku udah kerja selama 6 bulan. Kata pegawai kantor dan temen-temenku--kita memang suka gosip--mereka bercerai karena katanya Pak Abrisam tidak mendapat kepuasan saat 'ehem-ehem' sama mantan istrinya. Aku sih enggak percaya, dan enggak ingin bertanya sama Bosku sendiri. Takutnya nanti malah dibilangin 'kepo'. "Bos, ini jasnya yang warna abu-abu ya. Dan, ini kemejanya," kataku sambil menunjukan pakaian yang kumaksud barusan. Kadang, aku manggil Pak Abrisam pakai sebutan 'Pak' ataupun 'Bos'. Pak Abrisam yang masih pakai handuk, langsung mendekat. Sebenarnya sih, agak bagaimana ngelihat Pak Abrisam masih pakai handuk. Terus ini kita lagi di kamar. Gini-gini, aku masih normal. Meski, pasangan belum ada. Bagaimana mau punya pasangan, kalau aku sibuk ngurusin Pak Abrisam, heeh! "Ya sudah, kamu cepetan keluar. Atau mau lihat o***g saya?" tanya Pak Abrisam tanpa malu. Sudah kubilang kan, orangnya ini aneh. "Enggak Pak, kalau begitu saya tunggu di meja makan," jawabku lalu pergi setelah Pak Abrisam mengangguk. "Mbak Dav, Pak Abrisam mana? Ini makanannya udah siap," tanya salah satu asisten rumah tangga saat aku udah di ruang makan. "Sebentar lagi kok, Bi. Dia lagi ganti baju," jawabku. Bi Sorem langsung pergi. Bi Sorem juga akrab sama aku, karena udah lama kenal dan hampir setiap hari aku ke rumah Pak Abrisam. Kadang juga, aku dijodoh-jodohkan sama Pak Abrisam. Huh, padahal kita berdua enggak ada kecocokan sama sekali. Dan, ya. Kita cuma sebatas sekertaris dan Bos. Jadi, gak mungkin. Di film-film sih, memang banyak yang begitu. Tapi, di dunia nyata belum tentu. "Dav, kamu kenapa sarapan duluan?!" tukas Pak Abrisam, mukanya berubah seram. "Enggak Pak, saya cuma menyediakan piring buat bapak sama saya," elakku. Ya memang kenyataanya begitu. Pak Arbisam terkekeh. "Enggak, saya cuma bercanda. Yaudah, ayok sarapan," ajaknya. Tuh, kan. Apa yang kubilang benar, Bosku itu aneh dan 'gaje'. "Dav, tolong dong," pinta Pak Arbisam tiba-tiba. Padahal kita sedang menyantap makanan masing-masing. Aku langsung menaikan alisku, menunggu perkataan selanjutnya dari Pak Abrisam. "Ini, naikin resleting saya. Saya lupa res," tutur Pak Abrisam tanpa malu. Sontak aku melotot dengan mulut sedikit terbuka. Bayangkan, saja. Aku harus mengancingkan resnya. Oh, astaga! Jangan kira, ini pasti cuma akal-akalannya saja. "Dav?" panggil Pak Abrisam membuyarkan lamunanku. Tapi sedetik, dia kembali menyantap makanannya. "Iya Pak?" "Kamu gak mau?" "Bukan, gitu Pak. Tap--" "Saya potong gaji kamu ya?" "Jangan Pak!" melasku. Agar gajiku yang tidak seberapa itu masih aman, aku harus menuruti kemauan gilanya. Jika tidak dapat gaji, aku mau makan apa bulan ini?! "Hati-hati, jangan sampai bikin Jono berdiri." Oh s**t! .... SUka dengan cerita ini? yuk masukan ke library! Jangan lupa masukan cerita Dating With Psychopath, Dua Istri Abu-abu, Possesive Ghost ke library ya? YANG NGGAK MAU NUNGGU UPDATE-AN CERITA INI, BISA BELI BUKUNYA DI SHOPEEE ORINLINESHOP YA :* Oh iya, yang suka genre cerita poligami, perselingkuhan kalian juga bisa baca cerita Dua Istri Abu-abu ya! Tenang, ceritanya sudah tamat! Jadi kalian gak perlu nunggu ceritanya update! Dan kalian bisa tag teman kalian untuk baca cerita yang sama ya! Author sangat butuh dukungan kalian! Jadi tetap ramaikan cerita ini dengan komentar dan love :*
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN