Malam pun tiba, dan semua orang juga memutuskan untuk beristirahat. Berbeda dengan Barbara dan William, mereka masih duduk di ruang makan, dengan wajah masam Barbara yang tak bisa dijelaskan dengan kata. Wanita itu masih kesal perihal William yang datang dan membawa seora psikiater, dia diperiksa, dan setelah mendenga kejiwaannya baik-baik saja William malah mengusir psikiater itu dari tempat tersebut. Ia hanya ingin meminta bantuan sang psikiater untuk memeriksa William, karena pria itu yang sudah gila, bukan dirinya. Tapi malang ... keinginannya itu ditolak mentah-mentah oleh William, pria itu bahkan bersikap seperti seorang anak kecil. “Jadi, kenapa kau bisa menginginkan telur rebus?” Barbara yang tengah termangu langsung saja mengalihkan perhatian, ia melihat William dengan tatapa

