"Maaf Lish, aku belum bisa memberitahumu sekarang. Aku tidak mau rasa tertekan inu terbagi bersamamu." gumam Dika yang tengah berjalan di atas jalan bersalju yang dingin. Kala itu ia langsung meninggalkan Alisha bersama sarapannya tanpa mau berbalik lagi. Sudah cukup Dika melihat raut kekecewaan yang ditunjukkan Alisha kepadanya. Karena saat ini ia belum bisa menyembuhkan kekecewaan itu. Setelah berjalan dua puluh menit lamanya, Dika sampai di area distrik yang terkenal dengan gedung-gedung perusahaan medis dan laboratorium ilmiahnya. Ia segera mengeratkan jaket yang dipakainya dan menaikkan resleting hingga kerah jaket itu menutupi sebagian wajah bagian bawah Dika. Kemudian Dika mengambil jalanan sempit di sebelah motel yang berdiri sendirian di sekeliling gedung medis. Lorong yang lemb

