Karena sepertinya aku terlalu terbawa emosi untuk kembali menyetir. Jamie meminta kami untuk bertukar tempat yang aku setujui dengan senang hati. Aku terlalu terbawa emosi dan kedua pria yang bersamaku ini jelas terlalu sopan. Setelah yakin sudah tidak ada zombi disekitar kami barulah aku menghentikan mobil dan kami bertukar... Selama sisa perjalanan aku menanyakan semua hal yang ingin aku ketahui tentang keluarganya. Dari cara Jamie menceritakannya dan aku menyadari – walau ia mengaku tidak habis pikir dengan keputusan abangnya menjadi petani anggur dan beternak sapi – ada nada sayang yang cukup jelas dalam suaranya. Aku sendiri mempertanyakan apa maksudku menanyakan semua itu. Apakah aku berharap hubungan Jamie dan keluarganya sama buruknya denganku? Apa aku hanya mencari semacam pen

