Aku, Jamie, dan Abe bekerja dalam diam. Mondar-mandir mengangkat keranjang berisi anggur langsung ke dekat mesin-mesin Alec di sebuah rumah kayu beratap tinggi dan beralaskan jerami yang terletak di samping rumah pertanian. Sepertinya semua orag menanggapi kejaidna tadi dengan vcrsinya masing-masing. Abe tanpa ekspresi, Alec menghilang menyendiri di balik pohon-pohon anggur, Jamie yang masih tampak terganggu. Sedangkan Ayah Jamie masih bertahan menunggui dua jasad zombi itu dibakar. Serpihan abu perak berterbangan ke udara. Bau tengik daging yang dibakar mengerutkan hidung. Setelah kami selesai mengangkat semua keranjang anggur itu. Barulah Alec muncul kemudian dengan keadaan yang lebih baik. Ia bahkan melempar senyum ke arahku. Lalu tanpa kata menghidupkan mesin genset yang berdengung.

