Siapa Perempuan itu?

3443 Kata

Desas-desus itu mulanya hanya beredar lirih di koridor lantai tempat Reema bekerja. Sekilas terdengar seperti bisikan, candaan, atau sekadar gosip penghilang penat di tengah padatnya jam kerja. Tapi semakin hari, desas-desus itu tumbuh menjadi cerita yang lebih liar. Membuat Reema yang jadi objek utama sangat tidak nyaman... “Tidak heran kalau dia bertahan tiga tahun di posisi itu. Sekretaris sebelumnya enggak ada yang bisa bertahan lama!” “Ya, jelas saja. Kalau bukan simpanan, mana mungkin sekretaris bisa segitu lamanya dekat dengan CEO?” Kata-kata itu menempel seperti duri di telinga Reema. Bahkan ketika ia mencoba fokus mengetik laporan, suara lirih rekan-rekannya masih terngiang jelas sekali. Dan ketika ia berjalan ke pantry untuk mengambil kopi, matanya menangkap dua staf perempua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN