Pagi itu, rumah keluarga Sadajiwa sudah sibuk sekali dibanding hari biasanya. Persiapan di hari bahagia, bukan sekedar acara tetapi seperti juga bentuk nyata dari penerimaan, kebahagiaan, dan cinta yang akhirnya diterima dengan utuh keluarga, juga mendoakan menantu mereka yang akan segera memberi sekaligus dua penerus keluarga. Sinar matahari menembus jendela besar kamarnya, baju pertama yang akan Reema kenakan tergantung. Reema tengah duduk di depan cermin besar, ditemani tim tata rias profesional yang sibuk bekerja dengan tangan cekatan. Reema tidak banyak meminta, lebih percayakan semua. Di kursi lain dalam ruangan, Dante berdiri tegap sudah selesai berpakaian dan ia pun dibantu untuk memastikan tampilannya. Kini ia tak henti menatap istrinya dengan pandangan yang sulit dijelaskan.

