“Na... nanana... nyaaa!” Jemari Reema terulur menyentuh pipi bulat yang lembut milik Calyta. Harum manis melekat pada balita ini, Candani sangat pintar mengurus Caly. Sejak tadi, Caly anteng sekali berbaring bersamanya, bersandar dengan sepasang mata bulat dan jernihnya menatap layar televisi yang menyajikan lagu anak-anak. Bibir mungilnya berceloteh dengan penuh nada, walau hanya mengikuti ujung-ujung liriknya dengan kata yang malah lucu. Tangan kecilnya, memegangi remote tetapi tidak ingin memindahkannya. Dan sesekali ia mendongak, menatap penuh lekat pada Reema. Lalu memberi senyum malu-malu. Calyta saking senangnya menempel pada Reema, sampai sudah dua hari ini tidur dikamar bersama Reema, Candani juga ikut menemani takut putrinya tiba-tiba bangun malam, lalu rewel mengganggu istir

