Di Ujung Tanduk

3184 Kata

Yang Reema tahu, seharian inu Dante sangat sibuk. Masalah pada proyek di Serang menyebabkan efek domino. Tingkat kepercayaan klien terhadap perusahaan menurun. Banyak yang langsung membatalkan kerja sama. Dan Dante harus berusaha keras menahan mereka dengan menemui mereka satu per satu. Sebab kalau tidak, maka perusahaan akan collabs. Lampu kantor sudah meredup sejak dua jam lalu. Hanya beberapa ruang du lantai paling atas yang masih menyala terang—lantai di mana ruang kerja Dante berada. Sisa karyawan sudah lama pulang. Sekuriti pun hanya sesekali melintas, menatap ke arah ruangan yang masih menyalakan lampu di pojok timur itu dengan ekspresi heran, tapi tak berani mendekat. Reema masih di mejanya. Punggungnya terasa kaku setelah duduk terlalu lama, tapi matanya belum mau lepas dari lay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN