Adrian mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidur. Ia berjalan cepat keluar dari kamar hotel. Dengan langkah kaki cepat, ia berjalan menuruni gedung menuju parkiran lalu masuk ke mobil mewahnya. "Papi keterlaluan kalau memang benar Papi melakukan itu pada anak kandungnya sendiri!" desis Adrian, meremas stir mobil, melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya pada pukul dua belas malam. Untuk pertama kalinya Adrian mendengar ayahnya murka bahkan mengancamnya seperti tadi. Sesampainya di rumah, Adrian melangkah cepat memasuki rumah mewah Andreas yang terlihat gelap. Ia mencari saklar lampu menghidupkannya dan semua ruangan terang benderang. "Akhirnya kamu pulang," kata Andreas yang ternyata sedang duduk di sofa ruang tengah. Ia sengaja mematikan

