Kalimat yang dilontarkan Romi membuat tubuh Aline membeku, pikirannya kosong. Tiba-tiba saja perutnya terasa keram, ia meringis sambil memegangi perutnya. Romi yang sedari tadi tidak melepaskan pandanganya dari Aline pun mengangkat alisnya tinggi. Menyadari jika wanita di depannya tidak baik-baik saja. "Aline, kamu kenapa?" "Perutku sakit, aku harus pulang." Aline mencoba untuk bangkit dengan tangan kirinya yang memegangi perutnya. "Aku antar yah?" Menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, tidak usah. Aku bisa sendiri." Romi yang memiliki sikap pantang menyerah pun tetap memaksa wanita itu. "Jika yang kamu takutkan aku bertemu dengan suamimu, aku tidak masalah. Cepat atau lambat dia akan tahu," Mendengar penuturan Romi yang seperti itu rupanya membuat perut Aline semakin

