"Bagaimana? Mbak Aline boleh makan yang lain?" "Hanya beberapa makanan saja, yang lainnya masih aman." Arian mengangguk-anggukan kepalanya. "Mas mau aku pesenin apa, tapi aku udah beli kopi kemasan." Arian mengangkat kopi kaleng yang ia bawa tadi. "Iya udah itu aja." Diserahkannya kopi tersebut pada Andrian. "Jadi gimana, Mas?" "Tika sepertinya mengatakan yang tidak-tidak untuk memancing Aline marah. Sehingga dia kontraksi dan melahirkan tidak sesuai dengan perkiraan kemarin. Tolong kau ingatkan Tika batasan, Rian. Aku tidak mau berhubungan lagi dengannya dan membuat Aline salah paham." Arian mengangguk, wanita itu benar-benar. Dia sudah memperingati wanita itu untuk tidak macam-macam, tapi malah sudah berulah. "Baik, Mas. Nanti aku kasih tahu dia." "Aku mengatakan ini, tidak ap

