Kini penjaga kuda tengah memasangkan pelana kuda, tali kekang, sanggurdi, dan peralatan lain yang digunakan untuk berkuda di kedua kuda milik Zia dan Kenzo, sementara pemiliknya kini tengah duduk menunggu kuda mereka. Setelah kuda yang dipilih Kenzo dan Zia tadi selesai dipasangi alat-alat berkuda, penjaganya membawa kuda itu menuju ke tempat Kenzo dan Zia. "Lord, sebaiknya aku tunggu di sini saja." Zia menatap Kenzo dengan tatapan memelasnya, meremas tangan Kenzo karena dirinya kini benar-benar takut. Kenzo hanya diam tak menggubris Zia, lelaki itu malah berjalan duluan menghampiri kuda-kudanya tak lupa menyeret tangan Zia agar ikut. Kini Kenzo dan Zia berada di samping kuda coklat milik Zia, lelaki itu mengisyaratkan Zia untuk menaiki kuda miliknya, namun Zia malah terdiam. "Naik, c

