Hening terbangun, meski rasanya hari ini begitu berat untuknya ditambah dengan beberapa bagian tubuh yang terasa sakit akibat terjatuh dengan keras hingga menghantam gerobak es dawet tetapi karena ia yang terbiasa bangun pagi membuat matanya otomatis terbuka pada jam-jam biasa dirinya terjaga. Lagi pula ia sadar jika sakit di bagian tubuhnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sakit yang Naka derita. Sakit di raga juga pasti sakit di hati jika ia mengetahui siapa yang telah melakukan semua itu , walau pastinya Naka sudah curiga karena ia tahu siapa yang membenci Hening dan ingin mencelakai dirinya. Di sebelah Hening, Tara tertidur sangat lelap bagian bawah sofa bed yang bisa ditarik keluar hingga membentuk sebuah dipan membuat tidur mereka terasa nyaman, tapi di luar itu semuanya

