"Violet?" Darren memasuki apartemen ketika ia mendapati keadaan gelap gulita tanpa pencahayaan sama sekali. Lelaki itu meraba dinding, berusaha untuk tidak tersandung. Lalu, ketika ia sampai ke ruang tengah, tiba-tiba semua lampu hidup, membuat keadaan sekitar langsung menjadi terang nan jelas. "Violet?" Darren mengulangi. Ia menemukan istrinya berada di dekat saklar lampu dengan jari yang masih tertempel di sana. Ada sesuatu yang aneh. Darren langsung bisa menyadarinya, ketika ia melihat mata Violet yang bengkak dan bagaimana sorot obsidian itu meliriknya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan. "Kau sudah pulang?" Violet menyapa dengan suara serak yang membuat Darren merinding. Ia tidak tahu mengapa ia merasa seperti ini pada istrinya sendiri, tetapi atmosfer di sekitarnya mengatak

