Malam yang tenang. Cocok untuk memikirkan masa depan yang terlihat bagai benang kusut di antara ribuan kenangan. Rembulan yang memancar cerah dan langit gelap yang bertabur bintang cukup membuat suasana semakin sepi. Pemandangan yang sangat jarang bisa dilihat oleh orang-orang. Terlebih berada di kota yang padat penduduk seerta pabrik yang berjajar rapi, membuat pemandangan indah di malam seperti ini sangatlah langka. Sebuah keajaiban yang di tunggu-tunggu. "Dia suka sama lo?" Tanya lelaki dengan jas dokternya itu. David hanya tersenyum kecil dengan bahu yang mengedik sekali. "Lah? Lo bisa tau dia mau jadi ibu si kembar dari mana, kalau lo aja gak tau dia suka sama lo apa nggak," ujar lelaki lagi. David mengaduk kopinya. Ia meemandang gelas berwarna putih tulang yang selalu menemani

