Hal yang ditakutkan Rio akhirnya terjadi juga. Memang benar-benar ada yang mengincar nyawa sang adik setelah dia bangun dari komanya. Perasaan tidak enak saat menatap Exelin yang membeli sekoteng yang jauh dari dirinya dan Amar. Terdengar suara tembakan yang mengarah ke tempat Exelin berada. Dor... Dor... "Awas... Lin," teriak Amar dan Rio secara bersamaan. Exelin yang mendengar suara tembakan dan suara panggilan dari Amar dan Rio, dia cuma bisa diam di tempat. Untungnya ada bapak-bapak pembeli yang menarik tangan Exelin untuk menjauh. Amar dan Rio langsung berlari mendatangi Exelin. Amar menghampiri Exelin dan langsung memeluknya. Dia benar-benar takut terjadi apa-apa dengan Exelin. "Kamu tidak apa-apa, Sayang?" tanya Amar pada Exelin. Exelin masih terdiam tanpa menjawab sepatah kat

