Seberkas sinar kekuningan masuk ke dalam hutan itu. Embun dari pucuk-pucuk daun, dari pepohonan yang tinggi, jatuh—membasahi tanah Arbelobello, menyebarkan wangi yang khas ke udara. Di pukul 05.00 pagi, kabut dan hawa dingin masih menyelimuti hutan, perkebunan serta peternakan di wilayah itu. Pada hari-hari biasa, Julius akan bangun pukul 04.00—mandi, sarapan, kemudian pergi ke peternakan untuk mengurusi kuda-kudanya. Tetapi hari ini berbeda. Julius terbangun karena tubuh yang dipeluknya begitu dingin terasa. Eleanor masih memejamkan mata. Tapi tidurnya tak nampak nyenyak. Gadis itu gelisah. Julius mendekap tubuh telanjangnya makin erat, memang dingin, tapi Eleanor tidak sakit. “Hmm,” gadis itu terus menggumam dalam tidurnya. Julius menyibak rambut panjangnya yang berwarna emas, menampi

