“Kamu punya selingkuhan?” tanya Kayla sekali lagi. Entah dari mana dasar tuduhan Kayla itu pada pria di depannya itu. Pria yang besok akan melepas masa lajangbersamanya. Andreas masih terdiam mendengar tuduhan Kayla tadi padanya. Demi apa, Kayla bisa menuduhnya punya selingkuhan. Marah? Tentu saja Andreas ingin marah, sangat ingin marah. Namun seperti api yang disiram air hujan, amarah Andreas yang tadi besar seketika lenyap saat melihat ada setitik air yang tergenang di pelupuk mata gadisnya. Perasaan dan hati pria itu mendadak kacau dan gusar. Ia cemas saat air itu sudah terjatuh membasahi pipi mulus Kayla. Dengan cepat Andreas menarik tangan Kayla untuk duduk di sofa. Awalnya Andreas hanya mendudukkan Kayla di sofa, namun sedetik kemudian ia urungkan danlebih memilih Kayla duduk d

