Selesai tugas satu, hadirlah tugas yang lainnya. Begitu saja terus-menerus. Datang bertubi-tubi hingga membuat Kafka kehilangan waktu untuk menikmati masa muda. Ditambah lagi dengan urusan cintanya yang juga tak kunjung kelar. Jika dipikir masalahnya dengan Tasya sudah selesai setelah malam itu, kamu salah besar. Tidak semudah itu. Tidak segampang itu. Kafka benar-benar frustasi. Rasanya seperti rambut di kepalanya hampir rontok semua. Atau minimal berubah memutih saking pusingnya. Mungkin bagi sebagian besar orang, kehidupan Kafka nampak sangat menyenangkan. Cowok itu terlihat sangat santai dan terlihat tak pernah menghadapi masalah yang terlalu serius. Setiap individu pasti mempunyai kisah hidup masing-masing. Semuanya berbeda. Suka ataupun duka. Tergantung dari bagaimana individu ter

