25

1243 Kata

         Aku menggenggam tangan Satria begitu turun dari mobil. Mataku sempat terperangah menatap rumah megah keluarga Putri, namun sedetik kemudian itu teralihkan ketika tanganku terasa hampa. Satria berjalan di depanku menuju dalam rumah. Terlihat sekali jika ini bukan pertama kalinya Satria berkunjung kemari.             Kurasakan rangkulan hangat di pundakku. Mama Putri tersenyum padaku dan mengajakku untuk masuk ke dalam rumah.             “Pacaran sama Satria sejak kapan, Raina?” tanya Mama Putri.               “Kami enggak pacaran tante. Satria langsung melamar saya dan tidak lama kami langsung menikah,” jawabku sambil memandang punggung Satria yang kini sudah berjalan ke tangga.    “Kamu duduk saja ya, Tante buatkan air minum untuk kalian."               “Enggak usah repot-rep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN