33

933 Kata

        Aku tak mampu menatap Satria yang kini berada di sebelahku,  duduk dengan wajah yang tenang sambil menunggu chef Adnan datang.             Aku tak sanggup memikirkan bagaimana nasibku selanjutnya. Jika aku boleh egois, aku ingin Satria menerima anak ini sebagai anak kandungnya. Tapi.. Bukankah itu akan sangat menyakitinya? Mau ditutupi pun tak mungkin, karena kenyataannya anak ini adalah anak chef Adnan. Astaga, aku merasa seperti w************n. Menikah dengan Satria, tetapi hamil anak chef Adnan. Seharusnya, aku mati saja! Gadis tak layak sepertiku, tidak seharusnya mengharapkan keberuntungan. Aku hanyalah gadis hina.               “Kenapa?” tanya Satria menolehkan kepalanya padaku.              Aku menggeleng dan kembali menundukkan kepalaku. Entah mengapa aku merasa malu men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN