“Na, di panggil bos ke ruangannya tuh.”Ucap Faza begitu duduk di sampingku yang sedang makan siang. “Chef Adnan? Kenapa ya?" Faza mengangkat bahunya. “Mau ngelamar lo kali," Aku menjewer telinga Faza gemas. “Mulut lo bau!" “Sakit gila! Tenaga lo gede bener?! Sana keruangan bos gih.” Aku berjalan menuju ruangan chef Adnan yang berada dilantai 2, di mana lantai tersebut memang ruangan pribadi Chef atau bisa dikatakan rumah chef Adnan. Restoran ini terdiri dari 3 lantai, di mana lantai pertama adalah restoran, lantai 2 ruang chef dan karyawan dan lantai 3 rumah Chef Adnan. Karena itu aku sering sekali melihat wanita hilir mudik keluar dari lantai 3. Chef Adnan itu tampan, baik, kaya, terkenal dan memiliki usia yang matang. Ta

