Pintu kamar rumah sakit di mana Kayari dirawat, tiba-tiba terbuka ketika Selatan dan Kayari sedang berciuman begitu saja. “Kak Kayari …,” sapa Arka yang sudah datang dengan berlari. Tergesa-gesa. Sekarang dia bahkan terengah-engah. Selatan memberi tahu Arka kalau Kayari masuk rumah sakit. Padahal dia sednag ada kelas, langsung berdiri dan meminta izin. Mengendarai motor seperti orang gila. Hampir saja tertabrak trotoar, tetapi untuk tidak terjadi apa-apa. Dia hanya ingin menemui Kayari Manayaka. Selatan dan Kayari langsung melepaskan ciumannya. Lalu Kayari memberikans enyuman pada Arka. “Hai,” sapa Kayari. Sementara Arka kembali merasakan nyeri di dadanya. Terasa begitu kaku. Butuh mengatur napas dan emosinya sendiri. Arka memang buka orang yang mudah tersulut emosi, di

