Yongtae menghela napas, sembari menatap Ibunya dengan tatapan sayu. Entah sudah yang keberapa bulan sekarang, Ibunya sempat bangun beberapa kali, tapi tidak lama koma kembali. Ternyata selain luka tusuk, ada faktor penyakit lain yang menyebabkan kondisi Ibunya jadi separah ini. Saat sedang memperhatikan wajah Ibunya, Yongtae berjenggit kaget, karena melihat mata Ibunya yang bergerak-gerak, begitu pula dengan jari-jarinya. Meskipun pelan, Yongtae tetap dapat melihatnya. Tanpa membuang waktu Yongtae segera menekan bel untuk memanggil Dokter. Dokter dan beberapa Suster tak lama datang untuk menge cek kondisi Ibu Yongtae, sementara Yongtae tanpa diperintah, mengerti untuk segera keluar dari ruang rawat Ibunya, menunggu sampai Ibunya selesai diperiksa. Yongtae terus merapalkan doa di dalam h

