Nevan memutar knop pintu perlahan, sebelum akhirnya menarik ke belakang pintu. Sekujur tubuh Nevan seketika meremang, melihat gedung dengan pencahayaan remang-remang itu. Menyadari kekhawatiran Nevan, Tristan dan Johnny akhirnya maju ke depan. Memilih mewakili Nevan lebih dekat. Nevan akhirnya berani melangkahkan kakinya keluar ruangan pembuangan tersebut. Baru beberapa langkah mereka keluar. Terlihat seorang pria berkepala plontos dengan tubuh besar tengah berdiri di sudut lorong. Johnny segera mengeluarkan pistolnya dan memberi dua tembakan terhadap pria itu hingga tumbang. Tristan pun dengan sigap memegang panahnya, berjaga-jaga jika anak buah Profesor Gal berkeliaran. Anggota yang lain akhirnya ikut mengeluarkan senjata mereka, saat melihat Tristan melakukannya. Merasa itu adalah

