"Kenapa kau bicara begitu? Kau pasti bisa mengatakan apa yang ingin katakan padaku suatu saat nanti. Tidak perlu sampai di rekam." Ujar Rosa. Tristan menggelengkan kepalanya. 'Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Jadi kau simpan saja walkman itu dengan baik.' Balas Tristan. Rosa akhirnya memilih tidak mengatakan apapun lagi. Ia kembali menyuapi Tristan, namun tiba-tiba Tristan meringis sembari memegangi lehernya. Rosa seketika panik. Ia meletakan piringnya di atas lemari kecil, kemudian mengambil air mineral dan membantu Tristan untuk meminumnya. "Obat penawarnya bereaksi lagi." Keluh Tristan. Rosa membantu Tristan untuk berbaring, sedangkan Tristan sudah mengerang kesakitan. Rosa dengan terburu-buru mengambil obat penenang dan suntikan. Ia kemudian menyuntikan cairan itu

