Alea melangkah keluar dari kantor dengan langkah gontai. Wajahnya pucat, napasnya pendek-pendek, dan tubuhnya terlihat lebih lemah dari biasanya. Siska yang berjalan di sampingnya segera menyadari ada yang tidak beres. "Alea, kamu nggak apa-apa? Kok kelihatan pucat banget," tanya Siska dengan cemas. Alea mencoba tersenyum meskipun wajahnya tampak lelah. "Nggak apa-apa, Sis. Cuma capek biasa. Mungkin kurang tidur." Namun, langkah Alea semakin berat. Siska mulai panik ketika Alea tiba-tiba berhenti berjalan, memegang dahinya dengan gemetar. "Al, kamu beneran nggak apa-apa? Kamu kelihatan oleng banget, kayak mau jatuh!" Sebelum Alea sempat menjawab, tubuhnya lunglai. Alea jatuh pingsan di pelukan Siska. "Alea! Alea!" Siska berteriak, mengguncang-guncang tubuh sahabatnya. Namun, Alea tak

