Pagi itu, Alea yang tak tahan dengan semua beban di hatinya memutuskan mengetuk pintu kamar Kasandra dan Farhan. Tangisannya yang terisak membuat Kasandra segera membuka pintu dengan kaget. “Alea? Kenapa kamu nangis pagi-pagi begini?” tanya Kasandra terkejut melihat wajah Alea yang sembap. "Kendra mukulin kamu? Dia main kasar atau ada apa?" Alea langsung memeluk Kasandra erat. "Aku nggak tahan lagi, Kak," isaknya. Kasandra membimbing Alea masuk ke kamar. "Ada apa? Ceritakan semuanya," katanya lembut sambil mengelus punggung Alea. Farhan yang sedang membaca buku menurunkan kacamatanya. "Ada apa, Alea? Kenapa kamu menangis seperti ini?" Alea mengusap air matanya yang terus mengalir. Ia berusaha berbicara meski suara tangisnya masih terdengar. “Kendra... dia... punya anak lain selain an

