Alea berbaring di tempat tidur rumah sakit, mencoba menenangkan dirinya setelah perdebatan kecil dengan Kendra. Ia merasa lelah, baik secara fisik maupun emosional. Namun, satu hal yang membuatnya merasa lebih baik adalah perhatian Kendra, meskipun pria itu sering bersikap terlalu tegas. Kendra berdiri di samping tempat tidur, menatap Alea dengan penuh perhatian. Ia melirik jam tangannya, memastikan tidak ada hal penting yang perlu dikhawatirkan. Saat Alea tampak tertidur, Kendra mengambil kursi dan duduk di dekatnya, menggenggam tangan istrinya dengan lembut. Alea membuka matanya sedikit. “Kamu nggak pulang?” “Ngapain pulang?” jawab Kendra sambil mengelus punggung tangan Alea. “Aku di sini buat nemenin kamu.” “Tapi kamu pasti capek, Ken. Kamu baru pulang dari Singapura.” “Alea,” kata

