Alea duduk diam di ruang tamu, matanya tertuju pada dinding kosong di depannya, namun pikirannya terus berputar, terngiang dengan percakapan yang baru saja terjadi dengan Kasandra. Kata-kata itu terus terngiang di kepalanya. Apa aku harus meluluhkan hatiku dan mencoba mempercayai Kendra? tanyanya dalam hati. Keraguan menyelimuti pikirannya. Bagaimana kalau dia masih suka bermain dengan wanita lain? pikir Alea, mengingat reputasi Kendra yang dikenal sebagai playboy. Tapi kemudian ia berpikir lebih dalam, Tunggu, bukankah membutuhkan waktu untuk membuat kue jadi enak? Di benaknya, Alea membandingkan perubahan seseorang dengan proses memasak. Untuk membuatnya berubah, aku mungkin membutuhkan banyak waktu dan kesabaran. Namun, keraguan lain segera muncul. Tapi apakah mungkin aku bisa? pikirn

