Pagi hari, Alea mulai sibuk menyiapkan sarapan seadanya di dapur kontrakannya yang sederhana. Telur goreng dan nasi putih menjadi pilihan cepatnya. Tidak butuh waktu lama untuk menyiapkan, dan kini hanya perlu menunggu temannya. Siska muncul dari kamar sudah dalam balutan pakaian kerja yang rapi. “Mandi sana, Al. Biar aku yang bikinin susunya,” ujarnya sambil tersenyum kecil. Alea tersenyum, merasa terbantu, dan segera melesat ke kamar mandi. “Oke, jangan lupa bikin buatmu juga, Sis!” Siska mengangguk dan berjalan menuju dapur, membuka kulkas untuk mengambil s**u. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendapati tidak ada s**u cair atau UHT di dalamnya. Alisnya mengernyit, bingung, “Dia nggak belanja atau gimana, nih? s**u habis…” Menyerah mencari di kulkas, Siska membuka lemari penyimpana

