Lima menit kemudian ada mobil berhenti di depan rumah. Om Tomas turun dan melangkah ke arah pintu. Jisan, Jose , Dio, dan Yeti sudah berdiri di teras. "Ayo Kak, kami pergi dulu," ujar om Tomas ramah melihatku yang masih ada di ruang tamu. "Iya Dek, hati- hati di jalan," ujarku dengan rona wajah yang tulus Kini tinggal aku dan Agnes di rumah. Aku masih senang duduk di kursi roda memindai susana perumahan di pagi hari. Tak ada mentari menyembul dari ufuk timur. Cakrawala di atas sana masih berselimut awan. Awan hitam pertanda matahari tak akan muncul. "Menurut Maknyus Catering pesanan kita nanti diantar pukul sebelas Ma. Semoga sudah ada baru datang Jisan cs," ujar Agnes "Ya semoga Nes. Uangnya sudah ada di situ toh?" tanyaku. Agnes membalasnya dengan anggukan. Aku memilih duduk di kur
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


