BAB 16 Salah Paham Itu Biasa

1049 Kata
Dorce pulang dan langsung masuk ke kamar. Aku tidak melihat apakah ada sisa riasan di wajahnya. Doni masuk ke kamarku dan menerangkan mengapa mereka pulang. "Mama pusing kepalanya. Saya juga lapar," alasan itu sangat mengada-ada. Aku tanya kakakku apa sebenarnya yang terjadi. "Orang di rumahnya Arni acuh tak acuh katanya, Dorce sedih dan perpikir seandainya tante saya tidak sakit saya tidak seperti ini," mendengar hal itu hatiku terbawa perasaan dan melow. Habis acara Pemberkatan Nikah di gereja pukul sebelas pengantin dan orang tua berganti pakaian, pengantin dari jas dan sloyor ke baju adat, orang tua dari jas dan kebaya ke baju adat untuk masuk resepsi di hotel. Beberapa keluargaku datang ke rumahku dan memberikan amplop. "Aduhh amplopnya bawa ke resepsi untuk Tamar dan Arni dek," kataku kepada om Agus dan beberapa sepupuku, mereka semua muda dariku dari mereka kupanggil adek. "Hari ini 'kan kakak yang juga harus merasakan bahagia. Jadi kami berikan hadiah kepada kakak sayang," kata Agus yang kebetulan lurah di salah satu tempat di kabupaten ini. "Terima kasih. Terima kasih Dek,"kataku. Yang tinggal di rumah bersamaku saat resepsi berlangsung ada kakakku, Dorce,dan Doni Aku melihat jam baru hampir dua belas. "Kalau kakak mau ke resepsi bisa siap sekarang, ada mamanya Doni temani saya," kataku kepada kakakku Kakakku langsung bersiap, aku chat Jose dan Dio untuk singgah menjemput tantenya. Jawaban mereka sudan semua di dalam gedung. Gagal deh. Kami tinggal empat orang tidak buat apa-apa. Padahal Dorce dari kampung memang tujuannya datang menghadiri Acara Pernikahan Tamar dan Arni, tapi karena tidak ikut kata-kata Jose bahwa anngota salon dibagi dua yakni di rumah tante Ana untuk pihak keluarga Tamar dan di rumah Arni untuk keluarga Arni Aku akhirnya tertawa sendiri mendengar kara-kata kakakku bahwa Dorce diacuhkan di rumah Arni. Ya iyalah, orang pagi-pagi sibuk berlomba dengan waktu dirias wajahnya, dikonde rambutnya, ganti baju masa mau duduk manis temani tamu yang baru kali itu ketemu. Aneh-aneh saja. Ada chat masuk di hapeku pukul dua belas, dari bagian Kesra. Ibu Agus Di bagian mana Kanda. Ini kami dari sekolah sudah di lobi hotel Aku Oh Dinda, masuk saja belok kanan. Di situ tempat kita. Ibu Agus Oke Kanda. Kami sudah ke sana. Aku menggiring temanku menghadiri Resepsi Pernikahan bukan hanya datang bertemu denganku di rumah tapi datang memberi salam kepada anakku. Aku terpaksa berbohong bahwa aku juga berada di dalam gedung. Tadi paginya temanku,ibu Lince, WA apakah aku ke gedung atau di rumah, aku pikir kalau aku katakan aku di rumah takutnya temanku datang di rumah bukan ke hotel. Aku bilang saja ada di hotel apa lagi hotel tidak terlalu jauh dari sekolah. Bohong tipis-tipis kan tidak apa-apakan ya pembaca? Aku memantau terus perjalanan resepsi pernikahan anakku dengan membuka medsos dari keluargaku yang aktif menyiarkan berita terkini di akun facebooknya. Uhmm ada beberapa yang menyimpan momen tersebut di berandanya. Aku minta izin ke pemiliknya dan share ke akunku Foto dan video mulai saat Tamar ke runah Arni, saat di gereja, berjalan beiringan dengan penari, pagar ayu, pengantin, orang tua, keluarga divedoakan adik sepupuku Mawar. Aku menatap anakku Tamar berjalan elegan di samping Arni melintasi hamparan beludru merah, dipayungi payung kebesaran melangkah pasti memasuki ruang pelaminan. Laksana raja dan ratu Tamar dan Arni menuju kursi kebesaran. 'Terima kasih Tuhan atas nikmat dan berkat yang Engkau beri kepada anakku hari ini,' gumanku terharu menyaksikan prosesi demi prosesi di dalam gedung lewat live streaming di beranda f*******: Mawar. Setelah usai Jamuan Kasih Jose dan Yeti berfoto ria dengan rekan-rekanku. Mereka mengelilingi Jose dan Yeti mengambil beberapa kali kutip. Teman-temanku menampilkan aura bahagia.'Terima kasih orang-orang baik, kita pada mulanga tak kenal satu sama lain, tapi tempat mengais rejekilah yang membuat kita saling peduli satu dengan yang lain,' bisikku pada diri sendiri. Selesai sudah anakku Tamar menjadi raja sehari berpermaisuri Arni sang pujaan hatinya. Bahtera rumsh tangga baru mulai lepas dari bibir pantai perlahan menuju lautan lepas. 'Tuhan menolong dan menuntunmu anakku,' doaku terus menerus terucap untuk kedidupan baru Tamar dan Indri. Pulang dari resepsi Jose menceritakan pertemuannya dengan rekan-rekanku. Ada amplop yang rekan-rekanku berikan kepada Jose untuk diberikan kepadaku. Aku memberi tahu Jose membuka amplop-amplop itu dan mencatat nama pemberi. Jose menghitungnys berjumlah empat juta rupiah. "Nak, apakah mau diberikan kepada Tamar" "Mungkin disimpan saja Ma untuk tambah-tambah uang kuliah Agnes" "Iya yah. Kita kasih tahu saja Tamar ada amplop tapi disimpankan untuk Agnes, Nak" "Iya Ma". Kami menghitung uang amplop yang kuterima dengan amplop yang dibawa Joss berjumlah lima juta dua ratus ribu rupiah. 'Puji Tuhan, tinggal delapan ratus ribu tuntas uang kuliah Agnes satu semester,' aku bersyukur pada Tuhan selesai sedikit masalah keuangan. Aku memberi tahu tentang uang tersebut untuk uang kuliah Agmes yang masih kurang delapan ratus ribu rupiah. Tamar membuka dompetnya mengeluarkan uang satu juta untuk ditransferkan ke Agnes. Aku chat ke Agnes uang kuliah yang terkirin adalah dari Tamar. Agnes gembira mendengar kalau Tamar masih peduli padanya walaupun sudah resmi menikah, mempunyai istri. Aku memberi tahu Agnes agar akar kepahitan yang mulai berurat di hati Agnes setelah mendengar kabar Tamar akan menikah layu sendiri, tidak berkembang meninggalkan sakit. Setelah Agnes membayar uang kuliahnya dia chaf kepada Tamar Agnes Terima kasih ya kakak gantengku saya sudah bayar uang kuliah tadi. Janvan lupakan adik bungsumu yang unyu-unyu ini Salam sayang untuk kak Arni ya. Tamar Sama-sama adik kesayangan kakak-kakaknya. Belajar baik semoga cita-citamu tercapai menjadi apiteker handal. Salam.u sudah sampai adik cantik. Tali kasih sayang antara Tamar dan saudaranya tidaklah menjadi renggang dengan hadirnya Arni di dalam keluarga Tamar. Aku rnah bertemu muka dengan orang tuanya Arni Bisa dibayangkan masa persiapan pernikahan begitu singkat sampai-sampai pertemuan antar orang tua tidak diperhitungkan. Hari ini acara syukuran atas selesainya pernikahan Tamar dan Arni dengan baik, di rumahnya Arni dimulai pukul empat sore. Jose pergi sendiri Yeti tidak pergi karena agak capek duduk saat hari pernikahan Tamar. Dio juga malas pergi. Jadi hanyalah Jose yang mewakili kami. Rumah Arni sudah mulai dipenuhi undangan. Ada tante Ana, om Agus dan beberapa lagi keluarga dari pihakku dan dari pihaknya Tamar. Sebelun acara dimualai Jose member tahu Tamar. "Msr. beritahu Pak Pendeta untuk mendoakan mams yang dalam pemulihan dari sakit stroke.Kemarin di gereja waktu doa tidak didoakan juga mama padahal kamu sudah didampingi wali" "Iya, sebentar.," Acara mulai berlangsung, Tamar sudah duduk di sebelah Jose setelah dia pulang dari dalam rumah Arni tempat pendeta dan beberapa majelis gereja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN