"Papa ada meeting sama kolega di Surabaya. Kemungkinan bakal 3-4 hari di sana. Kalian jaga diri baik-baik. Jangan bandel mentang-mentang nggak ada papa. Zafran tolong adeknya diawasin, ya. Papa percaya sama kamu." Kalimat itu masih terus berdengung di telinga Zafran padahal sudah dua hari berlalu sejak papa mengucapkannya dengan suara tegas di hadapan meja makan. Zafran kesal, rumah jadi terasa jauh lebih sepi saat penghuni rumah itu berkurang. Walaupun dia sudah terbiasa dengan sepi, terbiasa ditinggal pergi papa seperti ini, tetap saja rasanya hampa sekali. Zafran sebetulnya tidak suka ditinggal-tinggal sepert ini. Dia lebih suka papa di rumah dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Jika Zafran mau egois, sebenarnya bisa saja dia menahan papa agar tetap tinggal, dia tahu papanya t

