Hari itu langit mendung, gerimis lembut berjatuhan. Zafran baru keluar dari ruang kelasnya saat ponsel di dalam tasnya bergetar, ada pesan masuk dari papa yang menyuruhnya untuk pulang bersama Kean karena dia mendadak ada rapat penting yang tidak bisa ditinggalkan. Padahal ini sudah akhir pekan dan kemarin papa bilang akan menjemput mereka ke sekolah untuk kemudian pergi makan bersama. Papa sudah berjanji dan hari ini, sekali lagi, lelaki itu mengingkari janjinya. Zafran mendengkus kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku. Dia mungkin tidak masalah dengan hal seperti ini. Dia sudah terbiasa dengan semua ini. Dia bahkan sudah menduga dari awal kalau janji papa hanya akan berakhir dengan tidak ditepati, karena itu dia tidak berharap banyak saat papa bilang akan menghabiskan waktu bersama

