Lembar Ke-duapuluh enam

2736 Kata

Stasiun. Zafran ada di sana sekarang. Berdesakan dengan orang-orang yang juga memenuhi tempat itu beberapa saat sebelum keberangkatan. Bising memenuhi pendengaran, tapi Zafran tidak terlalu memedulikan. Yang dia pikirkan sekarang hanya agar kereta cepat datang dan dia bisa segera pulang. Adiknya menunggunya di rumah, sendirian. Di hadapannya, oma berdiri dengan satu koper besar, tatapannya sendu namun terlihat hangat. Benar-benar terasa hangat di tengah udara dingin yang menerjang sore itu. Di samping oma, Arlesh juga berdiri sambil memegangi kopernya, anak itu hanya menundukkan kepala, tidak berani menatap Zafran. Zafran tidak peduli, dia tidak ingin menyapa anak itu, melihat wajahnya masih membuat ia sakit hati. "Jadi, kamu benar-benar udah maafin oma, kan?" Wanita itu akhirnya membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN