Lembar Ke-sebelas

1805 Kata

Boleh dibilang, rumah adalah tempat paling nyaman untuk bersandar atau sekadar melepas penat bersama orang-orang tersayang. Tempat untuk kembali setelah jauh berjalan. Tujuan terakhir untuk pulang. Setidaknya begitu yang sekarang Zafran rasakan.  Cowok itu melangkah perlahan memasuki sebuah rumah besar dengan arsitektur bangunan yang begitu memanjakan. Oma bilang itu rumah mereka. Rumahnya. Tempat selama ini dia dibesarkan dan tumbuh dengan penuh kasih sayang. Senyum Zafran mengembang ketika kaki jenjangnya memijak dingin lantai rumah itu, matanya menjelajah sekitar, berusaha mengenali setiap sudut ruang yang oma bilang penuh akan kenangan. Sayang, ingatannya masih terlalu kelam untuk dapat mengenang segala yang sekarang tertangkap pandang.  Senyum Zafran pelan-pelan memudar, berganti ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN