***** Ari memuntahkan semua isi perutnya di wastafel kamar mandi ruangannya, pria itu kemudian bersandar pada dinding karena tak kuat menahan beban tubuh sendiri. Hilang sudah kewarasannya membayangkan bentuk kue yang diberikan Arifin tadi, baru kali dia benar-benar syok melihat kepala bayi berlumuran saos merah dan sangat mengerikan. Ini baru kue, bagaimana nanti kalau istrinya melahirkan sungguhan. Bisa saja dia pingsan karena tidak kuat membayangkan betapa besarnya kepala bayi keluar dari sana, sialan! Ari mengapit kedua pahanya, ikut merasakan ngilu. Yang benar saja! Arifin harus bertanggung jawab karena sudah membuatnya gemetar dengan kue itu, kampret! Tak lama kemudian Ari keluar, Susi sudah menunggunya sejak tadi untuk mencicipi kue dengan bentuk alat kelamin pria tersebut. Lagi-

