"Yang, kamu beneran lagi hamil ya? Kok kerempeng sih perutnya, tu dokter gak salah periksa kan?" Kata Ari, untuk sekian kali dan Susi hanya bisa menatap stres wajah suaminya. Mereka baru saja keluar dari ruang dokter kandungan, dan sudah melakukan tes urin serta USG demi meyakinkan bahwa ia benar-benar sedang hamil. Ibu Ari yang menangis haru karena sebentar lagi akan menjadi nenek pun tak henti mengucap syukur, lain hal dengan Ari yang masih mengelus perut istrinya. Perasaan campur aduk dan tak percaya jika bibit unggulnya berhasil ditanam, sekarang tinggal menunggu apakah cetakan mereka berhasil dalam kurun waktu delapan bulan ke depan. "Bisa gak kamu singkirkan tangan kamu dari perut aku, kram tau yang! Lebay deh dari tadi gak sudah-sudah ngusap nya". Susi berusaha menyingkirkan tangan

