Suara tangisan menggema diseluruh ruangan, tepatnya dikamar Ari dan Susi. Pria itu sedang berjalan mondar-mandir mengacak rambutnya, merasa kesal sendiri karena sejak tadi bayi berusia lima bulan itu tidak mau berhenti menangis. Dan sekarang habislah dia kalau Susi tahu, sejak putra mereka lahir Ari jadi lebih takut pada istrinya karena keganasan Susi meningkat pesat. Ditambah lagi yang memang anak mereka sepertinya sangat senang menyiksa sang ayah. "Kamu apain tuh anak? Dari bawah suara nya kencang banget, kamu cubit ya?". Suara itu membuat jantung Ari mencelos, tapi dia spontan menggeleng tidak terima dituduh yang bukan-bukan. Susi mendekat sambil membawa sepiring buah-buahan, segelas jus semangka meletakkannya diatas meja lalu mendekati bayi laki-laki yang sedang merengek tersebut. Me

