Canggung Itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana sekarang. Tidak ada dari mereka yang berani bersuara atau pun membuka mulut hanya untuk memulai pembicaraan, baik ketiga orang di hadapan Susi serta ia sendiri. Mulut mereka terkunci rapat untuk memulai percakapan, mengingat bagaimana berbeda nya sosok yang kemarin itu. Hanya Arifin, ya percaya atau tidak hanya lelaki bontet itu yang sejak tadi gatal untuk bicara namun selalu di cubit oleh Winda. Susi menghela nafas untuk sekian kali, antara merasa bersalah tapi gengsi untuk mengakui kalau diri nya sekarang seperti orang bodoh yang begitu cemburu pada Kartini. Melihat tidak ada yang berniat untuk mengajak nya bicara, Susi memutuskan untuk kembali ke ruangan Ari. Meninggalkan ketiga sahabatnya dengan raut kebingungan, pertama kali d

