Bab 111. Miko Dan Mala

1187 Kata

Aldrich masih diam, dia menarik donat tersebut dengan sekuat tenaga dan akhirnya donat itu lepas. "Ini kamu campur dengan apa, Sayang? Kenapa keras seperti karet?" tanya Aldrich yang masih tetap mengunyah walaupun nyangkut di sela giginya. "Apakah sekeras itu donatnya? Apakah tidak ada yang lembut? Bagaimana kalau kakek buyut makan, bisa lepas semua giginya, mana kalau senyum dan ketawa ngakak bakalan masuk angin kakek buyut," ucap Michael. Tuan Mathias hanya menghela napas panjang mendengar namanya disebut dan yang membuat dia sedikit kesal mereka bawa giginya. "Michael, aku mendengarmu," ucap Tuan Mathias lagi. "Eh, maaf Kakek buyut. Aku hanya bercanda saja," jawab Michael yang malu karena Tuan Mathias menegurnya. Miko membawa Mala ke taman untuk berbicara berdua dengan wanita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN