“Kamu masak apa buat aku?” tanya Ais amat antusias ketika melihat Sheril yang berada di sebelahnya mulai membuka kotak bekal. Wajah Ais berbinar seperti anak kecil membuat Sheril terkikik geli. Baru kali ini Sheril melihat sisi Ais yang seperti ini. Ternyata secuek-cueknya lelaki, pasti tetap akan takhluk pada makanan enak. “Tebak, dong,” goda Sheril supaya Ais semakin penasaran. “Nggak bisa nebak. Udah kelaperen sampai gabisa mikir.” Sheril tertawa terbahak mendengarnya. “Tada~ aku masakin bento buat kamu.” Mata Ais berbinar. Bento? Dulu Umi juga sering membuatkannya bekal bento ketika ia masih sekolah. Tetapi ketika Ais melihat isi dari kotak bekal Sheril yang tidak sesuai dengan ekspetasinya, Ais pun menelan ludah. “Ini bento angry bird. Mirip kayak kamu, kan? Judes dan nggak pe

