Nadia menempatkan diri untuk duduk di samping Bara yang mulai mabuk setelah meneguk minuman beralkohol. Tetapi ia masih mampu mengenali wanita itu adalah sebagai Nadia. Tak suka dengan kemunculan wanita yang sudah dipecatnya itu. “Nadia,” panggil Bara yang terkejut pada Nadia yang ada di sana. Nadia menyunggingkan senyum simpul. “Takdir mempertemukan kita lagi di sini, Baby. Meski kau sudah memecatku tapi kita bisa bertemu lagi.” Bara mendengkus dengan napas berat lalu bersuara lagi. “Nadia, kumohon pergilah. Aku ingin sendiri di sini. Jangan ganggu aku!” tegas Bara yang sudah agak pusing akibat mabuk itu. Wanita yang berprofesi sebagai model itu menggeleng. “Aku mau di sini menemanimu. Kau mabuk. Pasti kau punya masalah semakin berat terkait tokolapak kan?” tebak wanita itu y

