Sosok pria paruh baya mengerutkan kening dalam lalu menggertak meja kerjanya ketika tahu jika kedua anaknya mencairkan sejumlah dana yang cukup besar dari rekening mereka berdua. Memang yang dicairkan bukan uang perusahaan, melainkan uang pribadi milik Arman dan Amara. Namun, pria yang hendak menjadi kakek itu marah karena uang anak-anaknya itu harus dikirim ke rekening milik perusahaan tokolapak. Rendra Respati tak ingin kedua anaknya membantu mengatasi kendala keuangan yang ia ciptakan untuk perusahaan milik Bara. Terutama sangat kesal pada Arman yang mendadak sok jadi pahlawan untuk CEO perusahaan e-commerce tersebut. Ia pun berteriak-teriak memanggil Arman saat pagi hari sebelum berangkat ke kantor. “Arman!!!” panggil Rendra di ruang kerjanya sambil berteriak. Arman yang tengah b

