Pertemuan Bara Gandawasa bersama kedua sahabatnya di sebuah cafe favorit mereka bertiga berlangsung lancar. Reinhart yang baru saja kembali dari Milan, Italia tampak berbeda daripada sebelumnya. Pria berdarah Sulawesi Utara itu terlihat lebih berisi dan makmur. Penampilannya casual serta santai layaknya pria-pria bule. Namun dari ujung kepala hingga ujung kaki pria itu mengenakan barang-barang branded. Menunjukkan jika sahabat Bara itu mengalami kesuksesan di luar negeri. “Jadi perusahaanmu sedang dalam keadaan sekarat? Perusahaan bidang e-commerce tokolapak sebelumnya berkembang pesat dan pernah menduduki peringkat pertama di ASEAN kan? Sekarang kenapa bisa merosot jauh begini, Bara?” tanya Reinhart. Gandhi menyela untuk memberi jawaban pria itu. “Semua gara-gara papa mertua Bara yait

